Penelitian Sepatu teplek
Entah kenapa ketika gw kuliah di UI , masuk Departemen Keilmuan dan Kajian Budaya BEM FIB UI dan dapet nashet-nasehat dari Mansyur Ridho dan bu Lily Tjahyandari, gw tiba-tiba berubah dari orang yang biasanya cuek abis jadi orang yang super sensitif melihat gejala-gejala pada diri sendiri dan orang-orang disekitar gw.
Gw sekarang tinggal di kampus yang mempunyai lingkungan yang sangat amat berbeda dari yang terdahulu.Jadi gw perlu melakukan perubahan-perubahan yang sangat amat signifikan dalam hidup gw.
Perubahan utama yang gw lakukan ketika gw masuk UI adalah cara berbicara dan penampilan.
Mungkin karena gw udah kepala dua, jadi kelenjar langerhans memerintahkan hormon estrogen berkembang dengan pesat mengalahkan hormon testosteron. Sehingga memerintahkan otak untuk lebih tenang dalam bertindak dan lebih gemulai.
Hari ini pertama kalinya gw make sepatu teplek (sepatu cewe warna hitam) yang dibeliin nyokap gw ke kampus.
Gw memutuskan memakai sepatu ini dengan berbagai resikonyakarena gw tidak punya stok sepatu kering dan bisa dipakai lagi.
Dalam hati berkata,"Baiklah, pake sepatu ini...karena tak ada yang lain lagi ..lagipula ini adalah sebuah pelajaran dan pengalaman..."
Biasanya gw make sepatu skets warna putih dan make sepatu ini khusus pas gereja doank. Gw make sepatu ini karena sepatu skets gw basah karena hujan ketika pulang dari kampus sehari sebelumnya. Gereja gw deket,lagipula kan kalo gereja gw duduk ga grasak-grusuk dan gw ga ada ada masalah saat pakai sepatu teplek ini, tapi jadi masaah saat gw jalan ke fakultas gw dan berjalan ke fakultas lain dan saat ke Detos. Lecet, memerah, tidak nyaman dan rasa-rasa aneh sebagainya mengembang. Sangat amat tidak nyaman karena biasanya gw suka lari-lari dan berjalan agak cepat. Dan semua teman-temen cowo gw mulai berisik saat gw melihat gw pake sepatu ini. Temen-temen Yang cewe memuji riang.
Dalam hati Mulai bertanya, kenapa banyak wanita yang doyan banget memakai sepatu sejenis ini bahkan untuk yang bentuknya lebih mengerikan lagi ?
Gw sekarang tinggal di kampus yang mempunyai lingkungan yang sangat amat berbeda dari yang terdahulu.Jadi gw perlu melakukan perubahan-perubahan yang sangat amat signifikan dalam hidup gw.
Perubahan utama yang gw lakukan ketika gw masuk UI adalah cara berbicara dan penampilan.
Mungkin karena gw udah kepala dua, jadi kelenjar langerhans memerintahkan hormon estrogen berkembang dengan pesat mengalahkan hormon testosteron. Sehingga memerintahkan otak untuk lebih tenang dalam bertindak dan lebih gemulai.
Hari ini pertama kalinya gw make sepatu teplek (sepatu cewe warna hitam) yang dibeliin nyokap gw ke kampus.
Gw memutuskan memakai sepatu ini dengan berbagai resikonyakarena gw tidak punya stok sepatu kering dan bisa dipakai lagi.
Dalam hati berkata,"Baiklah, pake sepatu ini...karena tak ada yang lain lagi ..lagipula ini adalah sebuah pelajaran dan pengalaman..."
Biasanya gw make sepatu skets warna putih dan make sepatu ini khusus pas gereja doank. Gw make sepatu ini karena sepatu skets gw basah karena hujan ketika pulang dari kampus sehari sebelumnya. Gereja gw deket,lagipula kan kalo gereja gw duduk ga grasak-grusuk dan gw ga ada ada masalah saat pakai sepatu teplek ini, tapi jadi masaah saat gw jalan ke fakultas gw dan berjalan ke fakultas lain dan saat ke Detos. Lecet, memerah, tidak nyaman dan rasa-rasa aneh sebagainya mengembang. Sangat amat tidak nyaman karena biasanya gw suka lari-lari dan berjalan agak cepat. Dan semua teman-temen cowo gw mulai berisik saat gw melihat gw pake sepatu ini. Temen-temen Yang cewe memuji riang.
Dalam hati Mulai bertanya, kenapa banyak wanita yang doyan banget memakai sepatu sejenis ini bahkan untuk yang bentuknya lebih mengerikan lagi ?
Komentar
Posting Komentar